Hadis Sains

latihan 1

Nama kelompok :

Sri Fuji Lestari

Nur Azizah

Muhammad Agung Zakiyyudin

1
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis makalah mempersembahkan kehadirat Allah SWT. Yang telah
melimpahkan Rahmat dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Hadishadis
Sains yang bertema Hadis tentang Lalat dengan baik. Sholawat dan salam penulis
sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW. Yang diutus menjadi rahmat sekian alam dan
menjelaskan syariat agama yang terang serta bukti-bukti yang jelas.
Hadirnya makalah ini merupakan jawaban atas kegelisahan akademik yang penulis
rasakan, terkait dengan minimnya pemahaman para insan akademis tentang hadis. Disamping
itu hadis ini sangat bertentangan akal, oleh karena itu kita mengkaji bersama agar mengetahui
kesalahan dan kejanggalan pada hadis berikut. Beberapa ahli medis banyak yang menolak
mengenai kelebihan yang dimiliki seekor lalat, meskipun kerap sekali menjadi binatang yang
tidak disukai tetapi Allah menciptakan makhluk dengan kekurangan beserta kelebihannya
Dengan sepenuh hati penulis menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari
ideal. Untuk itu, dengan penuh rendah hati penulis berharap sudilah pembaca mengapresiasi
makalah ini dalam bentuk saran dan kritik. Insyaallah semua masukan akan menjadikan
makalah ini lebih bermutu. Atas semua perhatian, saran dan kritik yang disampaikan, penulis
sangat berterima kasih. Teriring doa mudah-mudahan Allah berkenan menerimanNya sebagai
amal baik dan membalasNya dengan kebaikan yang berlipat ganda. Amin.
Tuhan yang Maha bijaksana telah mendesign alam semesta dengan sesempurna
mungkin. Milyaran benda yang mengawang diruang bebas jagat raya telah tercipta dan tersusun
dengan sistem yang sedemikian rumit.semua benda itu memiliki tata aturan dan mengikuti garis
petunjuknya sendiri berdasarkan mekanisme dari sang pencipta. Tidak hanya benda-benda
berukuran besar yang mungkin mudah diterima oleh akal akan kerumitannya.
Penulis
Cirebon, 18 Oktober 2018
2
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tuhan yang Maha bijaksana telah mendesign alam semesta dengan sesempurna
mungkin. Milyaran benda yang mengawang diruang bebas jagat raya telah tercipta dan tersusun
dengan sistem yang sedemikian rumit.semua benda itu memiliki tata aturan dan mengikuti garis
petunjuknya sendiri berdasarkan mekanisme dari sang pencipta. Tidak hanya benda-benda
berukuran besar yang mungkin mudah diterima oleh akal akan kerumitannya.
Tuhan yang maha kuasa juga menciptakan beraneka ragam makhluk dengan berbagai
macam ukuran dan keragaman yang terhingga. Kesemuannya memberikan keharmonisan
antara sesama. Disamping benda mati makhluk hidup yang Tuhan ciptakan lebih
mengagumkan. Komponen makhluk hidup yang Tuhan ciptakan bahkan memiliki kekhasan
tersendiri. Mulai dengan Gajah yang besar dan kuat, Kelelawar yang mampu melihat dimalam
yang pekat, hingga serangga yang kecil bahkan ada yang membawa racun yang mematikan.
Allah bahkan tidak melewatkan menciptakan benda yang sekecil nol koma sekian.
Yang bahkan baru bisa dilihat dengan memakai alat-alat teropong dan kaca pembesar yang
canggih di zaman ini. Salah satu makhluk sejenis serangga yang sering kita temui dimanapun
adalah lalat. Makhluk ini bagi sebagian orang dianggap menjijikan bahkan dianggap tidak ada
gunanya. Dianggap hanya sebagai pengganggu makhluk lainnya. Dianggap hanya sebagai
penyebab timbulnya penyakit bagi makhluk hidup lainnya, terutama bagi manusia.
Kesempurnaan ciptaan Allah akan disadari oleh mereka yang mau berpikir. Berpikir
berarti mau menggunakan salah satu komponen pemberian Tuhan, beruapa otak yang memiliki
kemampuan yang luar biasa. Hanya merekalah yang menggunakan otaknya yang akan
mengetahui betapa semua ciptaan Tuhan sangat mengagumkan. Dalam QS. Al-Imran : 191
Allah berfirman : “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau
dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya
berkata) “ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau,
maka peliharalah kami dari siksa Neraka .”
Lebih dari 14 Abad lalu, seorang Nabi yang diutus oleh Tuhan dikawasan Peradaban
bangsa Arab, telah mengucapkan sebuah perkataan mengenai makhluk kecil lalat. “jika ada
seekor lalat yang terjatuh pada minuman kalian maka tenggelamkan. Kemudian angkatlah,
karena pada satu sayapnya penyakit dan sayap lainnya terdapat obatnya.” Ucapan itulah hingga
saat ini membuat ilmuan modern menghabiskan banyak waktu di laboratorium penelitian demi
membuktikan kebenaran ucapan Rasulallah SAW.
3
BAB II
PEMBAHASAN
Hadis Utama
-2233 حَدَّثَنَا خَالِدُبْنُ مَحْلَدٍ: حَدَّثَنَا سُلَيْمَنْ بْنُ بِلَلٍ قَالَ: حَ دَّثَنِي عُطْبَةُ بْنُ مُسْلِمْ قَالَ: أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ بْنُ حُنَيْنِ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا
هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يَقُوْلُ: قال النَبِي ص.م “إِذَا وقع الذُّبَابُ فِى شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ, ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ, فَإِنَّ فِيْ إِحْدَى جَنَاحَيْهِ
دَاءً وَالأخُْرَى شِفَاءً”
Artinya:
Khalid bin Makhlad menceritakan kepada kami (ia berkata) Sulaiman bin Bilal
menceritakan kepada kami dengan berkata ‘utbah bin Muslim menceritakan kepada saya
dengan berkata ‘Ubaid bin Husain memberitahukan kepada saya dengan berkata: Saya
mendengar Abu Hurairah ra berkata: “Nabi saw bersabda: “Apabila seekor lalat jatuh
diminuman salah seorang dari kamu, maka benamkanlah, kemudian buanglah, karena
sesungguhnya disalah satu sayapnya terdapat penyakit dan disayap lainnya terdapat obatnya”.
H.R. Bukhari
Dalam pencarian kata ذب di kitab Mu’jam Mufahras jilid 2 ditemukan hadis إِذَا وقع الذُّبَابُ
فِى شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْه dan terdapat dalam Kitab Bukhori jilid 2 kitab بدء الجلق bab 17 nomor 3320,
Kitab Bukhori jilid 4 kitab طب bab 58 nomor 5782, kitab Abu Daud jilid 2 kitab لأطعمة bab 48
nomor 3844.
Dalam pencarian kata ذب dikitab Mu‟jam mufahras jilid 2 ditemukan hadis اذاوقع الذّباب
في شراب احدكم فليغمسه dan terdapat dalam Kitab Bukhori jilid كتاب بدء الجلق 2 bab 17 nomor 3320,
Kitab Bukhori jilid كتاب طب 4 bab 58 nomor 5782, kitab Abu Daud jilid كتاب لأطعمة 2 bab 48
nomor 3844. Setelah menelusuri kitab tahdzibu tahdzib hadis bukhori nomor 3320 sanadnya
tersambung dari periwayat pertama sampai periwayat terakhir, terbukti dari hasil penelusuran
para rawi hadis riwayat Bukhori semua berstatus tsiqoh dan mengalami hubungan
ketersambungan. Dapat disimpulkan bahwa hadis ini telah memenuhi kriteria keshahihan
sebuah hadis. Hadis Bukhori nomor 3320 telah memenuhi kriteria keshahihan sebuah matan
hadis, meskipun mempunyai perbedaan lafadz matan, yaitu pada lafadz yang sebagian
menggunakan kata في شراب sedangkan dalam lafaz hadis lainnya memakai kata في اناء namun
keseluruhan matan tersebut bisa dipahami.
Hadis Terkait
2233 [ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَلٍ ، قَالَ: حَدَّثَنِي عُتْبَةُ بْنُ مُسْلِمٍ ، قَالَ: أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ [ -)2302(
بْنُ حُنَيْنٍ ، قَالَ: سَمِ عْتُ أَبَا هُرَيْرَة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، يَقُولُ: قَالَ النَّبِيُّ : ” إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ، ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ
فَإِنَّ فِي إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالْأخُْرَى شِفَاءً ” رواه البخاري
2333 [ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ ، حَدَّثَنَا بِشْرٌ يَعْنِي ابْنَ الْمُفَضَّلِ ، ] ج 3 : ص 930 [ عَنْ ابْنِ عَجْلَنَ ، عَنْ سَعِيدٍ [ -)2233(
الْمَقْبُرِيّ ،ِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَة ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ : ” إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَامْقُلُوهُ فَإِنَّ فِي أَحَدِ جَنَاحَيْهِ دَاءً وَفِي الْخَرِ
شِفَاءً وَإِنَّهُ يَتَّقِي بِجَنَاحِهِ الَّذِي فِيهِ الدَّاءُ فَلْيَغْمِسْهُ كُلُّهُ ” رواه سونن ابو الدّاود 1
1 Aplikasi Gawamiul Kalim
4
Pembahasan Sains
Hadis bukhari 3320 mengandung informasi bahwa lalat memiliki 2 sayap ya g masingmasing
berfungsi secara kontradiktif. Sayap yang 1 mengandung penyakit atau bakteri, yang
lainnya berfungsi sebagai penawar atau obatnya. Dalam hadis tersebut tidak disebutkan sayap
yang sebelah mana yang mengandung penyakit dan disebelah mana sebagai penawarnya.
Penjelasan tentang hal ini terdapat dalam kitab syarah hadis yang disusun oleh ibn Hajar Al-
Asqolani yang menyatakan bahwa sebagaian ulama setelah mengamati beberapa hadis tersebut
menemukan bahwa bakteri terdapat pada sayap yang sebelah kiri pada sayap yang sebelah kiri,
dan sayap sebelah kanan sebagai penawarnya. Hal tersebut sangat relevan dari perspektif
pemahaman etis, melalui makna symbol yang mengindikasikan “kiri” dengan sesuatu yang
tidak baik dan “kanan” dengan sesuatu yang baik. Dengan demikian dapat diketahui sayap
sebelah kiri mengandung bakteri, sedangkan sayap sebelah kanan sebagai penangkalnya.
Namun sejauh ini belum ditemukan sebuah penelitian atau temuan ilmiah yang dapat
memastikannya. Karenanya, ada dari kalangan ahli di dunia kedokteran yang membantah isi
hadis tersebut. Menurut mereka, lalat menyukai tempat yang kotor dan membawa mikroba atau
bakteri yang dapat mengakibatkan penyakit. Apabila lalat hinggap di sebuah makanan atau
minuman, maka mikroba atau bakteri tersebut akan menetap dan menjadi wabah yang
kemudian tidak memperbolehkan mengkonsumsi makanan atau meminum minuman tersebut.
Oleh sebab itu menurut (kalangan yang melemahkan hadis lalat ini).
Sebagian ahli ilmu medis, hadis ini sangat bertentangan. karena bakteri yang dibawa lalat
akan terus menetap dimana lalat itu hinggap. Tetapi nabi tidak mungkin menyampaikan sesuatu
yang salah, kalaupun hadis ini benar disampaikan Nabi, mereka berpendapat bahwa Nabi keliru
dalam persoalan lalat ini karena memang Nabi tidak Ma’shum dalam persoalan dunia.
Karena lalat memiliki antidote (daya tahan tubuh yang menghasilkan semacam toxin yang
bertindak sebagai penawar) yang mampu memproteksi dirinya dari bahaya bakteri tersebut.
Toksin yang berfungsi sebagai penawar bakteri, dapat diperoleh dengan cara membenamkan
secara total kedalam minuman.2
 Penelitian Joan Clark
Sewaktu muda, Syekh Abdul Daem Al-Kahel pernah tak mampu menjawab pertanyaan
orang Atheis yang menghina salah satu hadis Nabi. “bagaimana mungkin Nabi kalian
menyuruh menenggelamkan lalat yang hinggap diminuman sembari menjelaskan disalah satu
sayapnya ada obat. Lalu kalian mau meminum minuman seperti itu?” tanyannya sambil
nyinyir.
Al Kaheel paham yang dimaksud orang Atheis tersebut adalah sabda Rasulallah:
2 Dr. H. Nizar Ali, M.A, Hadis Versus Sains, (Yogyakarta, Teras : 2008), hal. 30
5
إِذَا وقع الذُّبَابُ فِى شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ, ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ, فَإِنَّ فِيْ إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالأ خُْرَى شِفَاءً
Beberapa tahun kemudian, ketika menulis buku Asrar AsSunnah An-Nabawiyyah
(rahasia sunnah Nabi), Syekh Abdul Daem Al-Kaheel menjelaskan kebenaran hadis ini dalam
satu bab tersendiri dengan didukung oleh sejumlah penelitian, terutama penelitian Joan Clark
seorang Dokter dari Australia melakukan penelitian tentang lalat dan menemukan bahwa
permukaan luar tubuh lalat mengandung antibiotik yang dapat mengobati banyak penyakit.
Penelitian ini juga banyak menjelaskan bahwa obat pada sayap itulah yang membuat lalat tidak
terkena penyakit yang dibawanya sendiri.
Hasil penelitian Joan Clark ini sangat mengejutkan, sekaligus memancing banyak ilmua
lain untuk melakukan penelitian berikutnya. Hasilnya menunjukan fakta lebih rinci bahwa cara
terbaik mengeluarkan zat antibiotik pada lalat adalah dengan cara mencelupkannnya kedalam
air. Sebab, zat antibiotik tersebut terutama terdapat pada permukaan luar tubuh dan sayapnnya.3
 Menurut Ibnu Hajar atsqolani
menyebutkan bahwa lalat melindungi dirinya dengan sayap sebelah kiri, hal ini
mengisyaratkan yang sebelah kanan adalah sayap yang mengandung obat penawar dari racun
yang terdapat dari sayap yang sebelah kiri. Ketika lalat yang dibenamkan sebelumnya maka
unsur-unsur obat akan menyerang unsur-unsur penyakit dengan seizin Allah SWT.
Hadis Ditinjau Berdasarkan Teori Ilmiah
Seiring dengan perkembangan zaman dan majunya dunia ilmu pengetahuan, tanpak
jelaslah kebenaran hadis Nabi SAW tentang lalat. Dalam hal ini, dunia kedokteran dapat
membuktikan keilmiahan ucapan Rasulallah SAW.
Prof. Dr. Amin Ridha
Menjelaskan beberapa point tentang kenyataan tersebut diantanya : tidak benar jika
dunia kedokteran belum pernah mengadaka suatu pengobatan suatu penyakit dengan
menggunakan lalat. Lalat pernah digunakan sebagai obat bagi penyakit borok menahun, dan
paru (frambosia tropica), yang terjadi 30 tahun abad ke 20, sebelum struktur sulfa ditemukan.
Untuk temuan itu, lalat di pelihara khusus. Penemuan membuktikan bahwa lalat mengandung
virus pembunuh kuman (bakterial). Dari penelitian itu ditemukan, bahwa lalat disamping
membawa kuman-kuman penyakit, ia juga mengandung bakterial pembunuh kuman.
Para ilmuan menyebutkan bahwa jenis lalat di dunia ini kira-kira ada 87.000 macam.
Makhluk kecil ini memakan sampah-sampah dan benda busuk. Dalam sampah itulah tersebar
kuman, bakteri, virus, dan microba yang lain. Bekteri merupakan benda yang luar biasa
kecilnya. Bakteri diperkirakan jumlahnya mencapai milyaran disetiap tanah pertanian, dan
berjumlah jutaan disetiap tetesan air ludah.
Adapun virus pada hakikatnya adalah zat asam inti atom yang memisahkan diri dari
sel-sel hidup tertentu. Namun Allah telah memberinya kemampuan mengurus dirinya sendiri
dengan memberinye pelindung berupa protein supaya organisme bebas yang disebut “unit
3 http://bersamadakwah.net/tag/kebenaran-hadis-lalat/
6
virus”. Satu untit viris ini dapat menembus sel-sel hidup yang bersinggungan dengannya dan
memprosesnya untuk menghasilkan virus baru atau membunuhnya.
Virus yang menyerang sel-sel bakteri dikenal dengan virus bakteri Bacteriophage dan
virus yang mematikan bakteri disebut Virulent Bacteriophage sedangkan yang tidak
mematikan bakteri disebut temperate Bacteriophage. Penyakit-penyakit virus yang menyerang
manusia dengan jalan dibawa lalat kemakanan adalah : influenza, campak, sakit kelenjar
benguk, cacar air, demam, kutil, cacar, liver, beberapa macam kelumpuhan, tumor ganas, dan
sebagian sakit organ saraf pusat akut, diantanya sakit multiple seclerosis.
Metode yang para peneliti gunakan cukup sederhana, yaitu mengkultivasi (menumbuhkan)
air steril yang telah dicelupkan lalat ke media agar (media yang bearsal dari musilaginosa
kering yang dikstrak dari ganggang merah, yang mencair pada suhu 100 derajat celcius dan
memadat pada suhu 40 derajat celsius yang tidak dapat dicerna oleh mikroba), kemudian
mengidentifikasikan mikroba yang tumbuh. Sampel yang digunakan untuk tiap-tiap penelitian,
yaitu:
1. Sampel air steril yang dimasukan lalat yang dicelupkan seluruh tubuhnya. Semua ini
dilakukan secara aseptis (bebas mikroba) diruangan khusus, untuk menghindari
terjadinya kontaminasi luar yang akan membuat hasil penelitian menjadi bias. Sampel
ini disebut cawan petri 1 .
2. Sampel air steril dimana lalat dimasukan hanya pada bagian sayap lalat saja. Tanpa
dicelupkan seluruh badannya. Sampel ini disebut cawan petri 2.
Setelah itu, sampel air tadi dikultivasi ke media agar beberapa hari sehingga kultur (biakan)
mikroba tumbuh dan tampak secara jelas. Hasil kultur mikroba tersebut diidentifikasi untuk
mengetahui jenis mikroba tersebut.
Hasil penelitian lalat cawan 1
Pada cawan petri 2, setelah di identifikasi ternyata media ditumbuhi oleh koloni bakteri
patogen tipe coynobacteriumDepheteroid, yang merupakan penyebab berbagai macam
penyakit. adapun pada cawan 1, tumbuh mikroorganisme yang diidentifikasi merupakan
bakteri Actinomycesyang memproduksi antibiotik. Bakteri ini biasannya menghasilkan
antibiotik yang dapat diekstrak, yaitu actinomycetin dan actinomycin yang berfungsi
melisiskan bakteri dan bersifat antibakteri dan antifungsi.4
Lalat dalam Al-Qur’an
Lalat yang didalam bahasa Arabnya adalah “adz-Dzubab” disinggung dalam satu ayat
yaitu . Allah SWT berfirman : “hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah
olehmu perumpamaan itu, sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah, sekali-kali tidak
akan mampu menciptakan seekor lalatpun. Walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya.
Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali
dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah pulalah yang disembah.” Q.S.
Al-Hajj : 73. Ayat ini berkaitan dengan tauhid.5
4 https://ridhabasri.wordpress.com/2016/08/hadis-tentang-anjuran-mencelup-lalat-yang-terjatuh-dalamminuman/
5 Ibid
7
Kepala jurusan Analisis dan Bakteri dipusat riset nasional Mesir Dr. Abdul Basith
Muhammad Sayyid. Telah menemukan bakteri-bakteri gram positif dan negatif pada sayap kiri
lala, sedangkan pada sayap kanan terdapat bakteri ofaj yaitu pemagsa bakteri. Berbentuk kecil
dan panjang 20 : 25 milimikron.6 Dan beberapa penemuan lainnya diantarannya :
Tahun Nama Ilmuan Penemuan
1922 Dokter Pirell Bakteri Ofaj
1928 Prof Brifeld Ambizumuski
1945 Langern Ragi pelebur penyakit
1947 Mufic Antibiotik dari jamur
1949 Farmer (inggris) & Germairuth
(Swiss)
Parasit pada tubuh lalat-bakteri
Oniatin
6 Prof. Zaglul an-Najjar & Dr. Abdul Daim Kalil, ensiklopedia mujizat ilmiah al-Qur’an & Hadis jilid 6, (Jakarta,
Lentera Abadi: 2012)
8
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Bagi orang beriman, bilamana telah terbukti secara valid dan kuat keshahihan kualitas
suatu hadis, maka terlebih dahulu ia harus meyakini kebenarannya, terlepas apakah ada hikmah
dibalik itu ataukah tidak ! . hadis ini termasuk mujizat Nabi Muhammad SAW dari sisi ilmiah.
Lalat hinggap pada barang-barang yang dipenuhi kuman-kuman, yang dapat menimbulkan
berbagai macam penyakit. Sebagian kuman itu berpindah ke organ tubuh, dan sebagian lainnya
dimakan. dari kuman-kuman ini terbentuk unsur toxin didalam tubuhnya, yang menurut istilah
medis disebut antibakteria. Dialah yang bertugas membunuh berbagai kuman penyakit.
Kuman-kuman penyakit ini tidak mungkin bertahan hidup atau mempengaruhi tubuh manusia,
selagi masih ada antibakteria, khususnya pada salah satu sayap lalat.
Karenanya, dia mampu mengarahkan bakteri ke arahnya, maka jika ada lalat yang jatuh
pada makanan atau minuman, lalu kuman yang menempel pada sebagian organ tubuhnya
berpindah pada makanan atau miuman, maka antibakteria yang juga dibawa lalat pada salah
satu sayapnya akan berkerja membunuh kuman. Bila disana ada penyakit, maka obatnya juga
tidak akan jauh dari penyakit itu. Maka lalat tersebut dapat dibenamkan. Secara keseluruhan,
baru kemudian dibuang. Hal ini sudah cukup untuk membunuh kuaman yang dibunuh lalat dan
akan merusak kerja kuman tersebut. Selain itu, lalat bisa menyuburkan pembenihan kuman
beberapa penyakit. Setelah beberapa kuman itupun mati dan pengaruhnya tidak tampa.
Kemudian dalam lalat itu terbentuk unsur yang membunuh kuman-kuman yang dinamakan
antibakteria.
9
DAFTAR PUSTAKA
Dr. Nizar Ali, M. (2008). Hadis Versus Sains. Yogyakarta: Teras.
Kalil, D. Z.-N. (2012). Ensiklopedia Mujizat Ilmiah Al-Qur’an & Hadis. Jakarta: Lentera Abadi.
Aplikasi Gawamiul Kalim
https://ridhabasri.wordpress.com/2016/08/hadis-tentang-anjuran-mencelup-lalat-yang-terjatuhdalam-
minuman
http://bersamadakwah.net/tag/kebenaran-hadis-lalat/