KITAB SYARAH FATHUL BAARI

Kitab Syarah Fathul Baari

Pengarang : Ibnu Hajar al Asqolani

Oleh : Siti Nur Azizah , Fuji Lesatari dan Muhammad Agunv Zaqiyyudin

1. Biografi pengarang

Biografi Penulis Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Ali bin Mahmud bin Ahmad bin Hajar Al-Kanni Al-Asqolani Al-Mishri. Muhadist terkenal yang termashur dengan Ibn Hajar asqolani dilahirkan pada 12 sya’ban 773 H kemudian wafat 28 Dzulhijah 852 H, ia wafat setelah mengalami sakit beberapa hari selesai mengajar, jenaazahnya di shalatkan pula secara ghaib

dari beberapa wilayah Islam. Beliau dilahirkan dipinggiran sungai Nil di Mesir Kuno. Tempat tersebut dekat dengan Dar An-Nuhas dekat masjid Al-Jadid. Beliau berasal dari keluarga yang tekun dalam ilmu agama, ayahnya seorang yang alim dalam bidang fiqh, bahasa, dan sastra arab. Ibn Hajar dibesarkan dalam keadaan yatim dibawah pengawasan al-Zaki al-Kharubi (Abu Bakar bin Ali bin Ahmad), dan dimasukan ke madrasal sejak usia 5 tahun.Dimasa ini banyak ulama kaliber yang masih hidup sedang mereka adalah ahli dalam bidang disiplin ilmu masing-masing. Sehingga tidaklah mengherankan sekaligus anugrah bagi ibn Hajar dapat menimba berbagai disiplin ilmu tersebut dan mereka seperti Al-Iraki (806 H) ahli dalam hadis, Burhan At-Thanuki (800 H) ahli Qiroaat, Al-Ghamari (802 H) ahli bahasa, dan selain mereka. Mereka juga melakukan perlawatan keberbagai wilayah islam seperti Iskandaria, Yaman, Hijaz, Syam, dan lainnya dalam rangka menambah ilmu pengetahuan. Ibn Hajar dikenal sebagai ulama yang alim dizamannya, tidaklah mengherankan kemudian ia menjadi Qhadi dalam madzhab syafi’i dalam jangka waktu yang cukup lama. Karangan beliau mencapai 150 buah judul diantaranya Tahdzib al Tahdzib, Bulughul al Maram dan Fathl Bari syarah Shahih bukhari yang dimulai pada 817 H sampai selesai 842 H. Adapun Karya Ibnu Hajar yang terkenal diantaranya, yaitu :
1. Dalam bidang ‘Ulum Al-Qur’an beliau menulis Asbab an-Nuzul, Al-Itqan fi jam’ Ahadis Fadha’i Al-Qur’an. Ma fi Waqa’a Al-Qur’an Min Ghayr Lughat an-Nazhar.
2. Dalam bidang ‘Ulum Al-Hadis beliau menulis Nukhbat al-Fikr, Nuzhat an-Nazhar an-Nukhat.
3. Dalam bidang Fiqih beliau menulis Bulughul al-Maram.
4. Dalam bidang Syarah Hadits beliau menulis Fath al-Baari.
5. Dalam bidang Rijal beliau menulis Tahdzib at-Tahdzib Taqrir at-Tahdzib, Lisan al-Mizan, dan Al-Ishabah

2. Sejarah Penulisan
Penulisan kitab ini menghabiskan waktu seperempat abad. Dimulai tahun 817 H dan selesai tahun 842 H. Maka tidak mengherankan jika kitab ini paling bagus, teliti, dan sempurna. Selain itu penulisannya dilakukan oleh penyusunan dengan penuh keikhlasan.Kitab syarah ini terdiri dari 13 jilid ditambah satu jilid Mukaddimah yang diberi nama Hadyu as-Sari. Muqadimah ini sangat tinggi nilainnya, Jika ditulis dengan tinta emas maka belum sebanding dengan tulisan itu. Sebab tulisan itu menjadi kunci dalam memahami kitab Shahih Bukhari. Kitab ini selesai ditulis tahun 813 H. Dalam kitab ini Ibn Hajar menjelaskan tentang Balaghoh, bahasa, i’rab, dan sastranya menjelaskan masalah penting yang tidak diuraikan dalam kitab lain, mengambil hukum serta memaparkan berbagai masalah yang diperdebatkan para ulama, baik yang menyangkut fiqh maupun ilmu kalam secara terperinci tanpa berpihak. Selain itu beliau mengumpulkan sanad shahih dan meneliti kwalitas untuk dijelaskannya. AL-Allamah Syaikh Muhammad bin Ali as-San’ani asy-Syaukani, wafat tahun 1255 H, penulis kitab Aunul authar, ketika diminta menulis kitab syarah shahih bukhari, beliau mengagumi Ibn Hajar Asqolani. Beliau mengutip sebuah hadis “la hijrah ba’dal fathi”. Beliau meminjam istilah dari hadis itu sebagai ungkapan bahwa tidak ada kitab syarah shahih bukhari yang melebihi Fathul Bari. Perlu diketahui bahwa Shahih Bukhari terdiri dari beberapa kitab.
Dimulai dengan bab wahyu, yang menjadi syariat Islam. Kemudian disusul dengan bab Iman, bab Ilmi, bab Thaharah, bab shalat, bab zakat, dan seterusnya. Kemudian kitab ini I’tisam bil kitab was sunnah dan terakhir adalah bab tauhid, sebagai penutup kitab Shahihnya yang terdiri
dari 97 kitab dan 3.450 bab

3. Sistematika Kitab
Sistematika Kitab Fathul Bari mengikuti sistematika kitab Shahih Bukhari. Urutan bab, kitab, dan nomor hadis. Dakam kitab ini sebagaimana dalam Shahih Bukhari, terdiri dari 97 judul
kitab, 3.230 judul bab, dan 7523 hadis. Ketika memasuki judul kitab baru, dikemukakan judul kitab sebagaimana Shahih Bukhari, kemudian judul itu diberi syarah oleh Ibn Hajar. Syarah terhadap judul kitab tersebut antara lain terdiri dari penjelasan tentang maksud judul tersebut dan penjelasan yang berisi berbagai macam judul yang dipakai oleh pengarang terdahulu.Setelah melakukan syarah terhadap judul kitab, kemudian Ibn Hajar menulis nomor bab dan hadis-hadis yang ada dalam satu bab tersebut. Penukilan ini sesuai dengan apa yang dilakukan imam Bukhari.
Dalam aspek sanad, ia menjelaska berbagai kwalitas perawi, dalam segi matan, ia menjelaskan kata-kata yang gharib, aspek nahwu dan balagohnya, serta dikemukakan matan lain dari mukharij lain, setelah itu diterangkan maksud hadis tersebut secara keseluruhan.

4. Metode Penulisan

Metode yang digunakan oleh Ibnu Hajar dalam menyusun kitab ini ialah dengan metode tahlily. Metode tahlily yaitu menjelaskan hadis-hadis Nabi dengan memaparkan segala aspek
yang terkandung didalam hadis tersebut serta menerangkan makna-makna yang tercakup didalamnya sesuai dengan kecenderungan dan keahlian pensyarahan.Model pensyarahan hadis dengan metode tahlili, seorang pensyarah hadis mengikuti sistematika hadis yang terdapat dalam sebuah kitab hadis yang dikenal dari al-kutub al-sittah
termasuk Ibnu Hajar yang mengikuti al-Bukhari dalam al-jami’ as-shohihnya. Pensyarah hadis memulai penjelasannya kalimat demi kalimat, hadis demi hadis secara berurutan. Uraian tersebut menyangkut berbagai aspek yang dikandung hadis, seperti kosa kata, konotasi kalimatnya, latar belakang turunnya hadis (bila ditemukan), kaitannya dengan hadis lain dan
pendapat-pendapat yang beredar disekitar pemahaman hadis tersebut, baik yang berasal dari sahabat, para tabi’in maupun para ulama hadis. Ada dua bentuk pensyarahan dengan menggunakan metode tahlli, yaitu:
1. Ma’sur (riwayat).
Pensyarahan yang ditandai dengan banyaknya dominasi riwayat-riwayat yang datang dari sahabat, tabi’in, tabi’ al-tabi’in atau ulama’ hadis yang disyarahi.
2. Ra’y (pemikiran rasional)
Pensyarahan ini banyak didominasis pemikiran pengsyarahnya.Adapun metode tahlili dapat diketahui ciri-ciri pensyarahannya yang dilakukan mengikuti pola menjelaskan makna yang terkandung dalam hadis secara komprehensif dan menyeluruh yakni menggunakan metode sebagai berikut :
 Hadis dijelaskan kata demi kata.

 Hadis dijelaskan kalimat demi kalimat secara berurutan.
 menerangkan sebab al-wurud (latar belakang turunnya sebuah hadis) hadis yang dipahami jika hadis tersebut memiliki sabab al-wurud.
 Diuraikan pemahaman-pemahaman yang pernah disampaikan oleh sahabat, tabi’i, tabi’ al-tabiin, dan para ahli syarah hadis lainnya. dijelaskan munasabah (hubungan) hadis satu dengan hadis yang lainnya.Atas pernyataan diatas model pendekatan yang digunakan dalam syarah Fathul Bari
dari uraian tersebut berarti menggunakan model pendekatan linguistik, multi disipliner, dan
historis. Dibawah ini merupakan contoh hadis kitab Shahih Bukhari yang disyarahi oleh kitab
Fathul Bari Bab Iman. Berikut adalah contoh dari kitab Shahih Bukhari kemudian disyarahi
dengan kitab Fathul Bari :